Harry Kane Lakukan ‘Lap Of Honour’, Tanda Berpisah Dengan Tottenham Hotspur?

Kane seorang diri tertangkap kamera memberi apresiasi dengan bertepuk tangan kepada suporter Spurs yang hadir di stadion dan terlihat emosional.
Penyerang sekaligus kapten Tottenham Hotspur Harry Kane melakukan Lap of Honour di pertandingan kandang terakhirnya di Liga Primer Inggris musim ini.

Kane tidak dapat menghindarkan Spurs dari kekalahan di matchday ke-37 yang digelar di Tottenham Hotspur Stadium, Kamis (20/5) dini hari WIB tadi, sebagaimana timnya dipaksa menyerah 2-1 oleh Aston Villa.

Adapun partai semalam dihadiri 10.000 pasang mata yang mayoritas adalah suporter tuan rumah, dan itu menjadi yang pertama sejak pemberlakuan lockdowon akibat pandemi virus corona tahun lalu.

Seusai bubaran, Kane tertangkap kamera memberi apresiasi dengan bertepuk tangan kepada suporternya di tengah kabar yang santer menyebutnya akan meninggalkan klub.

Seperti diketahui, bintang internasional Inggris itu disebut frustrasi karena klubnya tidak mampu bersaing memperebutkan trofi dan telah memberitahu Spurs soal niatannya untuk hengkang di musim panas nanti.

Rival-rival Spurs di Liga Primer seperti Manchester United, Manchester City dan Chelsea lantas diyakini sebagai destinasi memungkinkan untuk pemain 28 tahun tersebut, yang masih terikat kontrak hingga Juni 2024.

Terlepas spekulasi yang ada dan Lap of Honour yang ia lakukan, manajer interim Ryan Mason menilai itu tidaklah aneh. Ia mengatakan: “Itu normal. Jika kalian menghadiri laga kandang terakhir musim ini sementara Harry Kane bermain untuk klub ini, dia sudah cukup konsisten di atas lapangan, bertepuk tangan kepada suporter dan mendapatkan sambutan yang baik.

“Tidak ada yang berubah dari pertandingan kandang terakhir musim ini dan pertandingan kandang di musim sebelumnya, jadi itu normal.”

Meski kapten Inggris tersebut telah meminta untuk pindah, masih ada banyak keraguan apakah dia benar-benar dapat mengamankan kepindahan di musim panas nanti.

Pimpinan Spurs Daniel Levy tidak diragukan lagi akan menuntut bayaran besar untuk Kane, yang jasanya masih berlaku untuk tiga tahun ke depan.

Rekor mencetak gol yang dimiliki Kane membuatnya jadi salah satu striker paling berharga di dunia sepakbola, tetapi masih belum jelas berapa banyak tim yang bersedia membayar untuk pemain yang akhir-akhir ini rentan mengalami cedera.

Sang striker juga dipahami lebih memilih untuk tinggal di Inggris, yang mana semakin mempersempit daftar klub yang secara teoritis bisa ia perkuat.

sumber : goal