Valentino Rossi: Winglet Pengaruhi Gaya Balap

LIGAPEDIA – Valentino Rossi mengatakan kalau winglet pengaruhi gaya balapnya. Winglet sudah pertama kali diperkenalkan di MotoGP sejak 2015 oleh Ducati. Kini pabrikan lain turut memakai komponen tersebut. Pebalap berusia 42 tahun itu merupakan legenda hidup MotoGP, turut merasakan perkembangan motor selama lebih dari dua dekade. Rossi merasakan perbedaan utama motor MotoGP terjadi pada tubuh bagian atas.

“”Gaya mengemudi telah berubah dalam beberapa tahun terakhir,” kata Valentino Rossi seperti dikutip dari Motorsport-Total, Minggu (25/7/2021). “Posisi tubuh sudah berubah. Sekarang bersandar sangat jauh di samping sepeda motor. Bahu dan siku diarahkan jauh ke depan,” ungkap Rossi.

Menurut Rossi perubahan gaya mengemudi lebih menguras fisik pebalap utamanya saat mengubah arah motor. Tapi di sisi lain, Rossi merasakan fungsi winglet terasa saat masuk ke dalam tikungan.valentino-rossi-winglet-pengaruhi-gaya-balap

“Menurut pendapat saya, cara Anda mengemudi di tikungan telah berubah. Anda mengemudi di jalur yang berbeda. Dengan sepeda motor ini, ban ini dan rem ini, Anda dapat memasuki tikungan lebih cepat. Anda mengemudi dengan cara yang berbeda dari lima tahun lalu,” kata Rossi.

Di balapan F1, aerodinamis menjadi hal yang sangat penting – bahkan dinilai sama penting dengan mesin. Mobil-mobil F1 memaksimalkan teknologi aerodinamis dengan memasang sayap-sayap di depan dan belakang mobil. Sayap-sayap itu punya dua fungsi utama: (1) menjaga mobil tetap menjejak aspal meski melaju dalam kecepatan tinggi (dengan menghasikan downforce yang besar) plus meningkatkan grip ban dan kecepatan saat menikung, serta (2) menjaga mobil tidak melayang dan kemudian terbalik di udara karena mereka sudah melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

Di MotoGP, winglet punya fungsi yang mirip dengan sayap F1 tersebut. Keberadaan winglet itu adalah demi meningkatkan downforce motor dan berfungsi sebagai ‘anti-wheelie’ (kondisi dimana roda bagian depan terangkat akibat akselerasi dan kecepatan tinggi). Motor-motor MotoGP sebenarnya sudah memiliki sistem ‘anti-wheelie’ sendiri, yakni berupa sebuah perangkat elektronik yang bertugas memotong tenaga. Sistem tersebut menghindarkan wheelie dengan cara mereduksi momentum ke arah depan, dengan kata lain merendahkan akselerasi motor.

Keberadaan winglet tak lain adalah juga sebagai sistem ‘anti-wheelie’, namun tanpa harus mereduksi tenaga motor. Intinya, wheelie tidak terjadi meski motor mengeluarkan tenaga yang besar karena sayap tersebut menghasilkan down force yang menahan roda tetap di aspal. “Aerodinamis ini memungkinkan akselerasi yang lebih baik. Anda mencapai tikungan berikutnya dengan kecepatan lebih dan memiliki beban lebih di roda depan. Jadi Anda bisa mengerem lebih keras. Motornya lebih merepotkan saat mengubah arah. Jadi Anda butuh tenaga lebih,” tegas Rossi.